Event

Bono Jazz Festival mengawal gema musik Jazz di tanah Melayu

Siapa yang tak mengenal musik Jazz, aliran musik yang berkembang di Amerika Serikat di awal abad 20an ini mulai populer di Indonesia sekitar tahun 50an. Dimana keberadaannya tidak dapat dilepaskan dengan hadirnya orang Eropa di Indonesia. Peminat dan penikmat aliran musik ini pun ada di Riau, bahkan tanah Melayu di Sumatera ini memiliki beberapa musisi Jazz yang dapat diandalkan.

Suasana Bono Jazz Festival

Geliat festival musik jazz di tanah air sendiri makin terasa sejak memasuki tahun 2000an, ditandai dengan diselenggarakannya beberapa festival musik serupa di tanah Jawa. Sedangkan di Riau sendiri, ajang yang mempertemukan musisi jazz lokal dan nasional di helat Bono Jazz Festival ini mulai rutin diselenggarakan setiap tahunnya sejak 2015.

Bono sendiri berasal dari nama ombak pasang besar di muara sungai Kampar yang merupakan fenomena alam dan terjadi akibat pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai disaat pasang. Dan ditahun-tahun awal penyelenggaraan Bono Jazz Festival memang dilaksanakan di Kabupaten Pelelawan tempat dimana Ombak Bono dapat disaksikan.

Bono Jazz Festival yang menjadi festival musik tahunan di Riau ini memadukan kekayaan alam serta potensi wisata Bono dengan musik Jazz serta para pelaku ekonomi kreatif yang dipadukan dengan kelokalan musik melayu. Dan ajang ini pun mengusung tema berbeda setiap tahunnya, dimana untuk tahun 2015 ini Bono Jazz membawakan tema ‘Karnival’ yang sekali lagi berkolaborasi dengan Mall SKA Pekanbaru yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern di kota ini. Mengikut sertakan para penggiat UMKM yang ada di kota Pekanbaru, maka para pengunjung Mall SKA yang datang untuk menyaksikan Bono Jazz Festival dapat sekalian mencicipi serta membeli makanan serta berbagai barang yang dijual di bazaar penggiat umkm yang ada di acara ini.

Festival Musik tahunan ini tidak hanya menampilkan musisi Jazz tanah air tetapi juga mengikutsertakan beberapa musisi mancanegara serta tidak melupakan musisi-musisi lokal lintas genre di Provinsi Riau. Selama 5 hari, pengunjung bisa menikmati penampilan kolaborasi musisi nasional dan internasional lintas genre ini, baik jazz, melayu, pop hingga electro. Untuk deretan musisi tanah air yang akan memeriahkan Bono Jazz Festival sendiri ada Idang Rasjidi & Syndicate, Rieka Roeslan, Andrigo dan Dr. Dee. Sedangkan untuk daftar musisi mancanegara ada Kwon Sub Lee dari Korea Selatan, Amar Reza Azalan, Bob Skunjas, Kirana Kay, Jack Lim, Baby Shima dan Jart Hassan dari Malaysia.

Bono Jazz tak lepas dari nuansa Melayu Lokal yang ada di Riau

Salah satu pertunjukan di Bono Jazz Festival

Acara ini diawali dengan tabuhan kompang dari lantai dua Mall SKA menuju ke lokasi festival yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan dari setiap musisi yang mengisi line up acara. Dan untuk setiap musisi yang tidak dari aliran musik Jazz akan membawa berbagai lagu melayu dengan ciri khas masing-masing band, tidak harus dengan gaya jazz tentunya.

Bono Jazz sendiri merupakan event dengan rangkaian acara yang ada di sepanjang tahun. Sebelum event Bono Jazz sendiri yang dilangsungkan selama lima hari, di bulan-bulan sebelumnya ada event bertajuk Road to Bono Jazz yang juga menampilkan banyak musisi baik Jazz atau pun tidak. Event tahunan ini patut diapresiasi karena dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke Pekanbaru.

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *